Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Blog

Selasa, 12 Oktober 2010

Pesan CD Ubuntu Gratis

0 komentar
Untuk memesan cd dari keluarga ubuntu silakan mengunjungi situs ini :

CD Ubuntu : http://shipit.ubuntu.com
CD Kubuntu : http://shipit.kubuntu.org
CD Edubuntu : http://shipit.edubuntu.org

ShipIt adalah suatu sistem distribusi CD Ubuntu yang dilakukan oleh Canonical dengan cara mengirimkan CD Ubuntu secara bebas biaya langsung ke tempat Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan pemesanan pada situs ShipIt Ubuntu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ShipIt silakan melihat halaman ShipIt FAQ yang ada di situs Ubuntu.

Perlu diketahui, dibutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu untuk mengirimkan CD kepada Anda (tergantung dari lokasi dimana Anda berada). Apabila Anda ingin mendapatkan dan mencoba Ubuntu secepatnya, silakan download Ubuntu dan bakar (burn) sendiri ISO CD yang Anda inginkan. Dan Anda juga dapat mencoba solusi alternatif (distribusi DVD repository Ubuntu) yang ditawarkan oleh rekan-rekan di komunitas Ubuntu Indonesia.
Read more

Install LibreOffice Beta di Ubuntu

0 komentar
Sekedar jaga-jaga saja, saya mencoba installasi LibreOffice Beta. Dari sisi tampilan tidak begitu jauh dengan OpenOffice yang saat ini berjalan. Berikut tahapan installasi LibreOffice Beta :
1. Hapus OpenOffice yang berjalan
sudo apt-get remove openoffice*

2. Unduh LibreOffice Beta di www.documentfoundation.org
3. Ekstrak LibreOffice Beta
tar zxvf LO_3.3.0-beta1_Linux_x86_install-rpm_en-US.tar.gz

4. Ganti direktori supaya lebih mudah diingat
mv en-US LibreOffice

5. Masuk ke direktori LibreOffice/RPMS/
cd LibreOffice/RPMS/

6. Pindahkan berkas libreoffice3.3-freedesktop-menus-3.3-9526.noarch.rpm ke direktori LibreOffice/RPMS
mv desktop-integration/libreoffice3.3-freedesktop-menus-3.3-9526.noarch.rpm .

7. Install paket alien yang berfungsi mengkonversi *.rpm ke *.deb, sekaligus bisa melakukan installasi berkas *.rpm.
sudo apt-get install alien

8. Install LibreOffice Beta
sudo alien -i *.rpm

Selanjutnya anda dapat memulai kerja dengan LibreOffice Beta.
Read more

Senin, 11 Oktober 2010

windows vs linux

0 komentar
Akhir-akhir ini setelah linux mulai mendunia, mulai melancarkan gerakan open source, para pengguna komputer pun mulai berpacu-pacu untuk mempelajarinya. Apalagi setelah UU HAKI di Indonesia di berlakukan. Kantor-kantor pun mulai melirik linux sebagai suatu solusi bagi sistem di instansi mereka, jika tidak ingin dicap sebagai pembajak dan membayar denda. Dan jika harus membeli Software yang legal pun, berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh suatu badan instansi ??
Sang Juara Microsoft, dengan produk MS Windows nya dan MS Office nya, memang telah mendunia dan mendarah daging bagi sejumlah pengguna komputer indonesia. Kenapa tidak, semuanya bisa didapatkan hanya dengan membeli keping CD Rp.20,000. Memang, Windows dan Office adalah pasangan serasi untuk sebuah sistem komputer, tapi apakah kita pernah terpikir kalau kita membeli Rp. 20,000 sebuah CD, kita telah menjadi pembajak ?? Masih bagus kalau beli, bagaimana kalau hanya meminjam dengan teman ?? Ini lebih parah. Itu pun kalau hanya Windows dan Office, bagaimana dengan yang software lain ? Seandainya kita yang membuat software tersebut, kemudian dibajak dan digunakan secara semena-mena, bagaimanakah perasaan kita sebagai pembuat software tersebut ?
Munculnya pendapat-pendapat pro dan kontra tentang Microsoft dan Linux, mulai dari sisi biaya, keamanan sistem, kemudahan penggunaan, dan dukungan hardware. Kita mencoba kembali melihat cita-cita awal dari Microsoft dan Linux. Windows awalnya memang diciptakan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan apapun. Munculnya slogan Plug and Play (PnP) berawal dari sini. Ketika Microsoft menciptakan ini, para pesaing lain

Novell dan Unix, masih berkutat dengan posisi sebagai raja jaringan komputer. Untuk menguasai pasar, Microsoft pun menciptakan Windows NT.
Sedangkan linux, ciptaan torvald, lahir dari percobaan rasa keingintahuan dan ingin memiliki suatu sistem operasi yang mampu memberikan dia jalan dan cara yang murah. Saat itu, Torvald menggunakan minix (unix like) sebagai bahan penelitian, lagi pula minix ini mahal untuk ukuran kantong seorang mahasiswa seperti Torvald. Dia pun membuatnya, ketika dia mulai menemui kebuntuan (layaknya programmer), dia mulai melemparkan hasil karyanya ke internet. Dan ramai-ramailah programmer di dunia bergotong royong membuat sistem ini (yang nanti dikenal linux). Cara mereka berkomunikasi dengan menggunakan jalur internet ini membuat mudah dan cepat perkembangan sistem ini. Makanya linux sangat terkenal sekali dalam dunia jaringan, dan kelas server. Waktu itu mereka masih menggunakan text-based sebagai interface, sebab mengingat kemampuan bandwith jaringan yang tidak memadai untuk Graphical Interface.
Itulah ideologi awal terciptanya Windows dan Linux. Hanya karena saling bersaing mendapatkan pengguna (dan tentunya uang), perusahaan-perusahaan komputer pun mulai memilih siapa yang akan mereka dukung. Microsoft sebagai pemain lama, lagi pula seiring waktu, kekuatan bisnisnya semakin besar. Linux pun tidak beda jauh, walaupun baru seumur jagung, kekuatan pendukung linux mulai menggrogoti secara perlahan.
Nah, daripada terus mempermasalahkan pembajakan atas Microsoft dan pro kontra kepada Linux. Bukankah lebih baik membangun sebuah sistem IT yang bersih dari pembajakan, kuat dan handal, dan mudah digunakan. Caranya adalah ambil kelebihan produk Microsoft untuk menutupi kekurangan linux, dan ambil kelebihan Linux untuk menutupi kelemahan Microsoft.
Kelebihan Microsoft:
• Mudah digunakan
• Tampilan yang sangat menggugah rasa ingin tahu pemakai
• Dukungan hardware yang memang top
• Mempunyai standarisasi yang mantap, Contoh: Windows dan Office
• Mau main game ? Disini memang tempatnya
• Walaupun membajak, banyak komunitas programmer dan lapangan kerja yang tercipta, dunia seolah-olah hanya berisi VB dan ASP.
Kekurangan Microsoft
• Harga yang mahal, dikarenakan ada pesaing linux, mulai menurunkan harga dan memberikan kredit lunak untuk pengguna, sebagai strategi bisnis
• Keamanan sistem dari serangan virus
• Sistem yang kurang stabil dalam pengoperasian
• Membutuhkan resource hardware yang boros
• Jika ingin belajar programming, harus membeli lagi paket Visual Studio atau Studio .NET

Kelebihan Linux
• Kestabilan sistemnya memang membuat dia memberi solusi untuk menjadi server contoh Linux Router Project, Apache, Bind
• Murah, cukup membayar biaya download, atau membeli CD nya, sebab linux bebas di perbanyak dalam bentuk CD atau media lain. Tidak perlu khawatir di cap sebagai pembajak
• Resource hardware yang minim membuat dia bisa menjalankan komputer lama 486 serasa Pentium IV (menggunakan LTSP)
• Ketika di install, produk programming (Perl, Python, dll), paket Office (OpenOffice 1.1), Multimedia, apapun yang dibutuhkan untuk sebuah komputer (baik server atau workstation), sudah tersedia komplit
• Aman dari serangan virus, walau tidak 100%, 95% masih aman. Tak ada gading yang tak retak
Kekurangan Linux
• Pnp (Plug and Pray), ini masih berlaku untuk linux, walaupun support dari hardware mulai banyak.
• Tampilan yang konon kurang friendly. Ini memang ideologinya linux, linux diciptakan oleh programmer jadi mereka merasa tidak butuh tampilan yang bagus-bagus apalagi buat main game grafik. Tapi mitos ini lama-lama mulai bergeser karena linux tidak mau dibilang tidak bisa dipakai oleh orang awam sekalipun
• Mau main game ? walau masih sedikit game di linux, (ingat ideologi linux), perlahan-lahan para produsen game mulai melirik linux sebagai pasar yang profit
• Karena linux dibesarkan oleh internet, untuk pengguna Indonesia yang infrastruktur internet nya masih ketinggalan, akan sangat susah mengikuti apalagi mengembangkan dunia linux, hanya segelintir orang atau instansi yang mempunyai infrastruktur internet yang bagus di Indonesia. Ini menjadi poin kemenangan Microsoft, cukup cari saja di Toko CD, gampang kan ?
• Terlalu banyak distribusi linux, mulai dari yang kecil hingga yang besar, Redhat, Mandrake, Suse, Slackware, Stampede, Debian, Smoothwall, OpenLinux, Caldera, YellowDog, Knoppix, begitu banyaknya, hingga yang mau belajar linux bingung, “Jadi yang namanya linux itu yang mana sih ?”, begitu pula dengan paket-paket pendukung lain, Office di linux saja cukup membingungkan, ada Gnome Office, KDE Office, Open Office, Star Office. Belum lagi window managernya, GNOME, KDE, xfce, Enlightenment dan lain-lain. Jadi tambah bingung yang baru mau mulai belajar linux. Tidak ada standarisasi di linux, karena begitu banyak programmer mengembangkan program-program mereka sendiri dengan sense (perasaan) mereka sendiri. Tapi bagi pengguna yang sudah lama dengan linux, ini menjadi senjata handal, bisa memilih banyak paket yang akan digunakan, “Memangnya Windows ?!?, yang ada kan hanya MS Office, lagipula tampilannya itu-itu saja”.
Bagaimana cara memadukannya ?
• Linux memang kuat di sisi jaringan dan server plus bonus kuat terhadap virus, gunakanlah dia. Misal sebagai mail server, proxy server, file server, print server, router dan komunikasi dengan Windows bisa menggunakan samba.
• Jika komputer digunakan hanya untuk membuat laporan dan analisa, yang selama ini hanya menggunakan MS Office, bisa beralih ke linux dengan aplikasi Open Office. Dan apabila di kantor atau instansi tersebut masih belum terinstalasi komputer, LTSP (Linux Terminal Server Project) patut dicoba. Lebih murah, lebih mantap, kebal virus
• Untuk programmer VB, .NET, PHP, ASP mungkin di komputer mereka harus diinstal dual OS. Dikarenakan linux masih belum mempunyai aplikasi desktop visual semantap VB. Nah, ketika ada proyek dengan PHP, kita bisa beralih ke Linux dengan mudah. Atau lagi ada proyek Python ? Tidak masalah, kan sudah terinstal dengan linux anda, tidak perlu repot beli-beli lagi.
• Manajer proyek juga bisa menggunakan linux sebagai basis kerjanya, Mrproject di linux semakin lama mendekati sempurna, bisa digunakan untuk mengganti MS Project. Untuk groupware, Ximian bisa menjadi pilihan.
Jadi, kita mempunyai sistem komputer yang mantap sekarang, aman dari serangan virus, murah di sisi software karena cukup beli OS Windows 98, Visual Studio, .NET dan OS Linux bebas biaya, murah di sisi hardware karena ada jaringan menggunakan LTSP jadi tidak boros resource dan router linux yang handal tidak perlu membeli yang bermerek mahal.
Nah, jadi tidak perlu bingung lagi antara Windows dan Linux, kerjasama saja, toh tujuannya untuk kemajuan bersama kan…?!?!?
Read more

Jumat, 08 Oktober 2010

install linux ubuntu 7.04

0 komentar
Pada bulan ini (November 2007) tepatnya 18 November 2007, ubuntu 7.10 yang mempunyai kode nama “Gutsy Gibbon” diluncurkan. Berbagai fitur baru hadir dalam distro terbaru turunan Debian ini, diantaranya compiz fusion yang sudah preinstalled, dukungan terhadap dual monitor, dukungan hardware yang lebih banyak (termasuk wireless), penggunaan kernel terbaru (kernel 2.6.22-14), penggunaan dektop manager terbaru (gnome 2.20), fitur pencarian yang lebih baik, kumpulan software yang lebih banyak, OpenOffice 2.3, firefox 2.0.0.8, dll. Ubuntu 7.04 dapat di download disini atau anda bisa memesan CDnya melalui shipit

Langkah-langkah instalasi ubuntu 7.10 tidak memaakan waktu yang cukup lama, hanya sekitar 15 menit (tergantung spesifikasi komputer), langkahnya:

Setelah anda mendapatkan file iso ubuntu 7.10, bakarlah kedalam cd agar ubuntu 7.10 dapat di booting di komputer.
Setinglah koputer anda agar booting lewat cd
Jalankan live cd ubuntu kamu
Jika live cd sudah berjalan, klik ganda icon install yang ada di Desktop
Kemudian akan muncul jendela
jendela diatas meminta anda untuk memilih bahasa apa yang akan digunakan pa ubuntu. Sekarang ini ubuntu sudah mendukung format bahasa Indonesia.
tekan forward setelah anda memilih bahasa yang akan digunakan. Selanjutnya jendela yang akan muncul adalah jendela pemilihan lokasi
Setelah anda memilih lokasi anda tekan forward dan jendela pemilihan layout keyboard akan muncul.
pilihlah layout keyboard anda (pilihan default adalahUS-English), tekan forward untuk melanjutkan proses instalasi.

Jendela yang selanjutnya muncul adalah partisi hardisk. ada tiga pilihan yang muncul pada jendela ini:
Jika anda ingin tetap mempertahankan sistem operasi anda yang sekarang pilihlah opsi : “Guided – resize the partition and use the freed space”
Jika anda ingin menghapus sistem operasi anda yang sekaran, pilihlah opsi: “Guided – use entire disk”
Opsi yang ketiga adalah manual (saya menyarankan untuk tidak menggunakan opsi ini jika anda masih belum paham terhadap partisi di linux).
Setelah anda menekan tombol forwar, anda diharuskan mengisi isian yang disediakan. isian yang harus anda isi adalah nama, nama untuk login, dan password. Setelah semua isian terisi tekan tombol forward.
Jika anda telah berhasil sampai tahapan diatas maka akan muncul jendela berikut
tekan tombol install untuk memulai instalasi.
Jendela yang akan muncul selama proses instalasi adalah
Setelah anda selesai menginstall ubuntu di kompute, anda akan diminta untuk merestart komputer anda atau tetap menggunakan live cd
Setelah anda mencoba menginstal ubuntu anda tidak akan lagi merasa bahwa menginstall linux itu sulit, bahkan saat ini menginstall linux lebih mudah dari pada menginstall Windows. Selamat Berlinux Ria!!!
Read more

Linux Design by Insight © 2009